Skip to content

Meraungi Kawasan Pelacuran Geylang

Februari 23, 2010

Penulis, narsis dikit di depan hotel

MALAM itu, badan saya terasa mau rontok. Capek sekali.  Pokoknya, lemah, letih, lesu, dan loyo. Soalnya baru saja tiba di Singapura dari Batam.

Dalam benak saya, nanti kalau sampai di hotel saya akan tidur sepuasnya. Tiba-tiba, Tedi, pemandu wisata yang menemani menyampaikan,”Bang, sulit dapat hotel, malam ini.  Malam Minggu, sih… Saya udah kontak kiri-kanan, tapi pada penuh. Toh, kalau ada paling-paling di Geylang.”

Tampak beberapa kawan pria saling berpandangan. Sementara yang perempuan pada nyengir.  “Alaaaahhh…, yang penting bisa tidur, mau di mana kek, nggak ada masalah…”

Iya, saya jadi ingat. Beberapa kawan pria yang sering ke Singapura selalu bercerita tentang Geylang.  Ini  adalah kawasan pelacuran di Singapura. Gara gara ingat cerita itu malah saya tertarik untuk mengetahui Geylang lebih dalam.. he he heee….

Malam itu, di Lorong 13 Geylang. Tampak beberapa orang wanita bergerombol di pinggir jalan. Dandannya begitu mencolok diterpa cahaya lampu. Dari wajahnya, dapat diduga sepertinya mereka bukan berasal dari satu bangsa. Mereka merayu pria pejalan kaki yang lewat di depannya. “Mereka itu pelacur dari berbagai negara, Bang,” kata Tedi.

Pelacuran di Singapura ternyata lebih terbuka. Mereka tidak dilokalisasikan, tapi menjajakan dirinya di pinggiran jalan, dan bahkan di tengah kota. Tak jauh dari tempat segerombolan cewek  tadi, juga ada beberapa cewek seksi berdiri di pinggir jalan. Mereka mengenakan pakaian tank top. Baju bagian depan terbuka dan sedikit nampak menyembul payudaranya. “Ya, mereka kadang tak sungkan-sungkan memperlihatkan pepaya bangkoknya,” jelas Tedi sambil tertawa.
Di antara mereka terlihat membedaki wajah, ngasi roll on ke tiaknya, dan ada juga yang nyisir rambut. Setelah berdandan mereka pun merumpi sambil menunggu lelaki hidung belang yang mau menggaetnya.

Di ujung Lorong 13, seorang cewek terlihat bersandar di dinding minimarket. Ia hanya diam dengan matanya memandang jalan. Cukup lama cewek itu bertahan. Matanya terkadang melirik pembeli di pintu masuk minimarket pas di samping kirinya.  “Yang itu juga pelacur,” tukas Tedi menunjuk ke arah wanita yang bermata sipit.

geilang
Inilah salah satu lorong di Kawasan Geylang

Di Singapura, pelacur seperti di atas jumlahnya ribuan orang. Kupu-kupu malam di sana berasal dari Usbekistan, Filipina, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan lokal. “Tapi kebanyakan Chinase seperti di lorong tadi,” kata Tedi.
Memang di sepanjang Lorong 13 tak kelihatan pekerja seks komersial selain Chinase. Pelacur-pelacurnya umumnya bermata sipit dan berkulit putih bersih.  Mereka, warga lokal biasanya mangkal di pinggiran kiri-kanan badan jalan.
Kala malam deretan wanita berdiri di pinggiran jalan itu. Di tempat pelacuran yang sudah ada pada tahun 1819 itu tinggal milih, yang berparas cantik atau yang manis. Bila cocok bayaran langsung bisa tancap.  “Di sini kalau malam ramai. Mereka akan melambai-lambai tangannya,’’ ujar Tedi.
Sebenarnya bukan hanya Lorong 13 saja, tempat mangkal cewek nakal. Lorong 10, dan 12 misalnya, adalah tempat  pelacur-pelacur Indonesia yang berasal dari Kepri terutama Batam. Cuma mereka ada pada akhir pekan. Yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sisa hari lainnya, mereka “melego jangkar” di Batam.
Mereka ini “go internasional” bukan karena sudah laris di pasar lokal. Melainkan terhimbas dari penutupan perjudian di Batam. Sejak penutupan kasino di Batam, kehidupan malam di Batam jadi mati. Warga Singapura yang biasa didampingi cewek saat mengadu nasib di ketangkasan tidak lagi ada. Akibatnya, tempat usaha keraokean, massage dan tempat hiburan lain banyak yang gulung tikar. “Makanya, pekerja seks komersial tadi banyak memilih berlabuh ke Singapura yang cukup ditempuh 45 menit saja.”

Tarif pelacur jalanan di negeri jajahan Raffles ini bervariasi. Mulai 30 hingga 80 dolar Singapura. “Untuk short time ya sekitar tiga puluh Sin dolar,” tegas seorang “makcomblang” yang mengaku bernama Jimmi (bukan si Jimmo, lho). Katanya, pelacur di sini ini sering disebut cewek aquarium. Karena kelas menengah, tarif kencan kilat cukup lumayan besar, sekitar Rp200-Rp300 ribu. Sedangkan long time sekitar Rp500-Rp800 ribuan. “Ini belum termasuk, biaya kamar hotel, Bang,” kata Jimmi. Saya bertemu dengan Jimmi pas yang malam bertemu di depan hotel Fragrance Hotel Sapphire, tempat saya menginap.
Udah, ya… selanjutnya rahasia, dong… Yang jelas, malam itu capek saya justru hilang.  Malah sempat meraungi kawasan itu semalaman, he he hee…

About these ads
74 Komentar leave one →
  1. Februari 21, 2010 7:13 am

    la capek nya bisa hilang kenpa mas? hayo…… heheh

    • Februari 21, 2010 9:48 am

      he he he.. soalnya menarik tuh banyak halus2..

      • alice pngen gituan permalink
        Februari 24, 2010 11:45 am

        waw…

      • alice pngen gituan permalink
        Februari 24, 2010 11:36 pm

        commentq koq ga keluar yah…

      • Februari 25, 2010 3:55 pm

        wah saya yang orang batam malah belum pernah kesana. hehe

      • Februari 25, 2010 4:10 pm

        Masak seh? Padahal cuma sepelemparan.. he he hee

  2. hani sentana permalink
    Februari 23, 2010 1:12 pm

    ngapain mas meraung-raung di Geylang malem2 lagi….. kaya hyena di Srenggeti aja. wakakak…

  3. Februari 23, 2010 11:44 pm

    ada rahasia juga yah? hehehe

  4. Februari 24, 2010 12:10 am

    wih, kalo malem rame banget ya, bertebaran di mana-mana karena ngga di lokalisasi’in, ya, Om ….

    ngomong-ngomong, udah bersih-bersih belon sepulang dari Singapura? … hahahahahahahahaha

  5. Februari 24, 2010 12:38 am

    waduuuh … itu bekas pakai, Ndaaang??!!!! …. hahahahahahahahaha ….

  6. Februari 24, 2010 1:46 am

    di balik kemajuan sebuah negara tetap ada ada sisi gelapnya…………….

  7. Februari 24, 2010 3:01 am

    Duh… Baginda. Dimana-mana kerajaan, yg namanya baginda itu selir-selirnya sudah tersedia “resmi” di lingkungan istana. Ngga perlu repot2 ke sarang “pelacuran”, di Singapura pula… hehe.
    Btw, bukannya malah tambah jontor tuh baginda ????

  8. Februari 24, 2010 8:20 am

    he he he jadi mojok di kaffe bang Andy… alternatif !

  9. Februari 24, 2010 10:26 am

    Great Post… :) kunjungan perdana nih salam kenal…..

    • Februari 24, 2010 11:34 am

      salam kenal balik. Senang berkenalan dengan Anda, dan terima kasih sudah singgah di lapak saya.

  10. haris permalink
    Februari 24, 2010 10:33 am

    Mas, aku tuh nginep di lorong 4, di fragrange emerald, tapi kok nggak kliatan apa-apa ya, aku nggak ‘blusukan’ kemana-mana sih cuman dari stasiun lavender ke hotel PP, nggak melewati lorong-2 yg lain ..

    kurang cermat kali ya..aku ini..

    salam..

    • Februari 24, 2010 11:33 am

      Mungkin… Karena saya juga mah diajak ma temen yang sudah pengalaman di sana…. ha ha haaa.

      Salam kenal

  11. Februari 24, 2010 1:35 pm

    Wahhhh……gilaaaaaa, nice info gan…
    tukeran link yuk…

    PENGEN TAU CARA DOWNLOAD FILM, MP3 & GAMES TERBARU ???
    http://www.ruangkelas.wordpress.com

  12. Februari 24, 2010 2:25 pm

    kayaknya asik nih dikunjungi

  13. Februari 24, 2010 3:56 pm

    seger-seger tapi ueedaaan

  14. Februari 24, 2010 5:21 pm

    wow,.. menarik,.. saya langsung semangat lagi setelah baca tulisannya bang… hehehe

  15. Februari 24, 2010 8:12 pm

    baca2 dulu

  16. Februari 25, 2010 12:08 am

    Kunjungan sesama blogger sob…
    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…
    http://tombolenter.com

  17. Februari 25, 2010 12:38 am

    waduh………
    Baru tau saya kaya gitu………

    http://adit38.wordpress.com

  18. gagu permalink
    Februari 25, 2010 2:38 am

    wah pengen jalan2 juga bang….. n blajar nulis …..luar biasa

  19. halil andi permalink
    Februari 25, 2010 3:49 am

    hmmm,,,,yahhh,benar semuanya,,,,,

  20. Februari 25, 2010 7:22 am

    Kepingin juga jalan-jalan hee….heee.he

    Salam
    http://kerajinanbali..net

  21. azwar permalink
    Februari 25, 2010 8:23 am

    berkunjung pertama, Baginda

  22. Februari 25, 2010 9:02 am

    awas aids dan penyakit kelamin lainnya

  23. Februari 25, 2010 1:26 pm

    wah … ini namanya bener2 liburan … :)

  24. sarah permalink
    Februari 25, 2010 2:02 pm

    hmmmm

    • Februari 28, 2010 3:05 pm

      he he hee.. kok mendehem, seh??? Makasih yaaa sudah mampir…

  25. Februari 25, 2010 2:26 pm

    hihihi dimana seh itu tempatnya???
    maksud saya di S’porenya di daerah mana?
    *ingintaudotcom*

  26. Februari 25, 2010 7:36 pm

    wah keren coi…
    wat referensi, liat aja di http://17hari.wordpress.com

  27. Februari 26, 2010 1:51 am

    jadi tertarik kelanjutannya :D

  28. khiang permalink
    Februari 26, 2010 8:15 am

    wew??? capeknya ilang gara2 cuman liat2 doank??? yakin loh??? hehehe

    • Februari 28, 2010 3:06 pm

      hua ha haaaaaa…. boleh kan ada namanya rahasia perusahaan… wakakakakkkkk

  29. Februari 26, 2010 9:02 am

    salam kenal…
    salahsatu petualangan yg inspiratif..

  30. dismas070492 permalink
    Februari 26, 2010 9:19 am

    memang benar itu. pada oktober 2008, saya pertama kali ke s’pore juga udah dikasih tau kalau itu daerah prostitusi…

    yang asyik, di s’pore keliling” cukup dengan naik mrt.. pakai kartu gesek, isi pulsanya kalau abis, beres dah.. dilanjutkan dengan jalan kaki.

    • Februari 28, 2010 3:07 pm

      Ceritain dong…. gimana pengalamannya waktu itu di sana…

  31. Februari 26, 2010 12:39 pm

    wah,, bagus bgt artikel nya..

    kunjung balik yah..

    http://programatujuh.wordpress.com/

  32. ertaridha permalink
    Februari 27, 2010 5:06 am

    selanjutnya…… (Mau tahu endingnya). he..he..he..

  33. Februari 27, 2010 5:26 am

    itulah dunia ini, gemerlapnya bagaikan elusan seekor ular sunguh mengasikkan, tapi suatu waktu bisanya sangat mematikan

  34. Februari 27, 2010 2:56 pm

    nanti saya mampir kesana dah,,,liat-liat,,haha :)

    • Februari 28, 2010 3:18 pm

      asal jangan sampai tinggal aja…Hua ha haaaa…

      Makasih sudah singgah di lapak Zona Merah..

  35. elexyoben permalink
    Februari 28, 2010 2:08 pm

    Makasih infonya Juragan. Tulisannya telah di lahap sampai tamat kisahnya .
    Membuat kita-kita ingin ber -metal ria disana.
    Hem…
    Suasananya pasti akan sangar-sangar brutal nan gurih…

    • Februari 28, 2010 3:19 pm

      Hua ha haaaa… makasih kawan sudah singgah di lapak kami ini…

  36. maxlender permalink
    Februari 28, 2010 2:16 pm

    wow…. :D bisa di tebak hehehe

  37. Februari 28, 2010 6:28 pm

    wow ! menarik amat bang cerita perjalanannya…….ada pijat halus kasar gak ! katanya begitu sih…hehehehe di iklan tawarannya.

  38. Maret 1, 2010 5:03 am

    oo, prostitusi di singapore yah

  39. Maret 4, 2014 6:03 pm

    Hotel 101, hahaha

Trackbacks

  1. Blogs of the Day di WordPress.com « Rismanrasa's Blog

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: