Skip to content

Cinta Terlarang yang Penuh dengan Gelora

Maret 16, 2010

diunduf dari googgleSemakin dilarang justru semakin menggelora. Semakin nikmat rasanya dan semakin luar biasa pula indahnya. Tak heran bila kemudian cinta menjadi sebuah pembenaran atas semua yang terjadi. Wong, namanya juga cinta!!! Susah, deh!!!

Tidak perlu malu untuk mengakuinya. Tidak perlu pula malu untuk memikirkannya. Yang namanya cinta terlarang sudah bukan barang baru lagi. Bisa terjadi pada siapa saja. Tidak hanya orang muda yang masih belum menikah. Yang sudah berumur dan bercucu pun banyak yang terlibat dengan urusan yang satu ini. Ngakunya nggak perlu di sini, ya!!! Hehehehe… Pas sedang berkaca dengan cermin sajalah. Itu yang paling tepat!!!

Cinta terlarang tidak hanya urusan backstreet saja tetapi juga soal perselingkuhan. Baik yang dilakukan secara nyata maupun yang dilakukan di dunia maya. Malah kalau melihat kecenderungan keadaan saat ini, di mana akses internet sangat mudah dan relatif cukup murah, begitu juga dengan pulsa telpon genggam, perselingkuhan di dunia maya menjadi sebuah fenomena tersendiri. Banyak sekali kejadian di mana praktek perselingkuhan, mulai dari hanya sekedar curhat sampai dengan melakukan seks on line sering dilakukan. Iya, kan?

Cara yang paling mudah untuk mendapatkan semua ini hanyalah dengan mengatasnamakan cinta dan sayang. Kenapa? Nggak perlu pusing-pusing mikirnya!!! Soalnya, semua orang butuh dengan yang namanya cinta dan sayang. Ibarat makan, kalau hidup tanpa cinta, serasa makan tanpa garam. Kurang mantap rasanya hidup di dunia ini bila cinta itu tidak ada. Hambar!!!

Pencari cinta bukan hanya berlaku untuk satu orang saja, tetapi kita semua. Kita semua adalah pencari cinta. Selalu mencari untuk bisa mendapatkan cinta. Biarpun semua itu hanyalah palsu. Tetapi untuk kenikmatan sesaat seringkali tidak menjadi masalah.

Tidak hanya itu saja. Kita juga adalah penebar cinta. Menaburkan benih cinta di mana-mana agar dapat menuai cinta pada masanya. Bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang dengan sejuta kata cinta namun ada juga yang dengan diam seribu bahasa, bahkan ada juga yang dengan kemarahan dan kata-kata kasar serta pahit.

Melakukan cinta terlarang sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang positif. Tidak selalu negatif. Semuanya tergantung dari kesiapan mental kita masing-masing. Tujuan bukanlah hal yang utama, tetapi seringkali kita kemudian terjebak di dalam prosesnya. Permainan bisa dihentikan, tetapi apakah rasa itu bisa diatasi dengan baik? Melakukan pembohongan baik terhadap diri sendiri dan juga orang lain akan berakibat buruk. Semua pasti ada timbal baliknya. Sebaik-baiknya ditutup pun pasti akan terendus pula. Namun bila semuanya dilakukan untuk sebuah kebaikan, tentunya tidak menjadi masalah. Tetap, siap atau tidak adalah kuncinya.

Tidak ada yang bisa melarang siapapun untuk melakukan cinta terlarang ini. Seperti yang sudah saya bilang di atas, semakin dilarang justru akan semakin menjadi. Butuh kesadaran penuh untuk bisa tidak melakukannya. Harus datang dari dalam diri sendiri. Mulailah dengan satu pertanyaan mudah, “Kenapa saya membutuhkan cinta?”. Jika dijawab dengan jujur dan apa adanya, maka akan terbongkar semua yang ada di dalam hati dan pikiran kita.  Suka duka serta luka mungkin pasti akan muncul semua. Nggak apa-apa, toh, ini semua memang bagian dari kehidupan kita di mana kita yang menjalaninya sendiri.

Oh, ya, khusus untuk yang sedang backstreet, nih. Coba pertanyakan dulu apakah benar semua yang dijalani ini adalah karena cinta? Jangan sampai kemudian menyesal belakangan karena baru sadar bahwa semua yang terjadi hanya karena nafsu dan emosi belaka. Pikirkan semuanya baik-baik dengan hati dan kepala yang dingin agar semuanya terlihat lebih jelas.

Semoga saja bisa memberikan banyak manfaat!!!

Mariska Lubis

NB: Illustrasi diunduh dari google

One Comment leave one →
  1. Maret 26, 2010 6:27 pm

    Melakukan cinta terlarang sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang positif. Tidak selalu negatif. (???)
    Dalam konteks “perselingkuhan”, rasanya kalimat mbak ML itu perlu penjelasan lebih tuntas deh.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: