Skip to content

Bukan Noordin M Top, tapi “Boim Ngetop”, Apa Kata Duniaaa…???!!!

Agustus 12, 2009

“Kegelisaahan” publik mengenai siapa gerangan “Mr X” yang tewas dibombardir Tim Densus 88 Antiteror dalam drama penyergapan tersangka teroris selama 18 jam di Temanggung itu, terjawab sudah. Dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (12/8) Brigjen pol Eddy Suparwoko, Kapusdokkes Mabes Polri menyatakan menyatakan mayat yang tersebut bukan gembong teroris Noordin M Top, tapi Ibrahim alias Ibrohim (berita selengkapnya klik di sini.)

Ibrohim alias Boim
Ibrohim, atau Boim, adalah pria dengan empat anak yang berasal Cirebon, Jawa Barat ini menjadi ngetop karena dinilai terlibat atas pemgeboman yang terjadi di Mega Kuningan yang menewaskan sembilan orang, dengan peran membantu menyelundupkan bahan peledak ke dalam hotel yang menjadi sasaran, JW Marriot dan Ritz Carlton. Karyawan hotel Riitz Carlton ini sempat meninggalkan surat pengunduran diri, sesaat sebelum peledakan terjadi.

Dengan adanya penjelasan resmi polisi, keraguan publik termasuk di dalamnya pembaca Kompasiana mengenai maraknya berita di berbagai media yang seolah-olah menempatkan bahwa Noordin M Top merupakan tersangka yang tewas di Temanggung itu terbukti sudah. Dalam tulisan saya sebelumnya, pada umumnya pembaca dalam tanggapannya tidak meyakini Noordin M Top adalah orang yang tewas dalam drama Temanggung tersebut (lengkapnya klik di sini)

Dengan dipastikannya Noordin M Top bukanlah orang yang tewas di Temanggung itu, hal ini tidaklah berarti publik menganggap polisi gagal melaksanakan tugasnya. Tidak sama sekali…! Publik senantiasa tetap memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Densus 88 Antiteror yang secara nyata telah memperlihatkan upayanya secara maksimal untuk memberantas aksi terorisme di negeri ini. Karena kita tahu, teroris bukan hanya Noordin satu-satunya. Boleh jadi warga negara Malaysia ini telah menancapkan kukunya di mana-mana, dan tidak menutup kemungkinan simpul jejaringnya sudah ada di sekitar kita, tanpa kita sadari sama sekali. Untuk itu kita perlu semakin waspada sebelum kita sendiri yang menjadi korbannya. Kita perlu mendukung setiap langkah polisi….!!!

Juga, dengan terungkapnya kasus ini, sebaiknya menjadi bahan renungan bagi media massa. Sebagai contoh, kita menyaksikan bagaimana dua stasiun tivi swasta nasional seperti TV ONE dan Metro TV sepertinya berebut untuk menahbiskan diri sebagai yang tercepat dan terbaik dalam menyajikan berita-berita seputar perburuan teroris. Memang benar, meminjam jargon Pak JK, “lebih cepat lebih baik baik” adalah harapan kita semua. Tetapi kata Pak Beye, “jangan sampai takabur.”

Boleh jadi, keinginan untuk “lebih cepat lebih baik” ini terkadang menjadikan media massa yang telanjur memberitakan “Noordin M Top tamat” terkesan takabur. Terkesan takabur, karena informasinya disajikan kepada publik tanpa disaring baik-baik terlebih dahulu. Jurnalis yang meliput langsung perburuan itu seolah-olah telah menemukan fakta yang sifatnya A1, bahwa sudah pasti yang tewas di Temanggung itu adalah Noordin M Top. Dan naga-naganya, publik disajikan berita yang tidak valid. Apakah informasi seperti ini tidak tergolong pembohongan publik…?! kalau itu tergolong pembohongan publik, lalu kepada siapa media-media tersebut harus mempertanggungjawabkan? Dan kalau sudah telanjur diberitakan yang tewas itu Noordin M Top tapi kenyataannya Boim “Ngetop”, lalu apa kata duniaaaaaa….???!!!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: