Skip to content

Rumah Sehat Kompasiana Makin Sakit? Kembali ke Laptop…!

September 22, 2009

Andy Syoekry Amal

ANDY SYOEKRY AMAL

SAYA tertarik membaca postingan Mas Syarif Ridwan  (di sini) yang intinya memohon agar postingan (Porno, SARA) dihapus saja. Dalam pandangan Mas Syarif, sekarang rumah sehat Kompasiana kembali dirasuki sejumlah postingan yang menurutnya tidak layak dimuat di “rumah sehat” ini.

Pada dasarnya saya sepakat dengan Mas Syarif. Namun demikian dalam tulisan ini saya tidak ingin memasuki materi tersebut. Saya hanya ingin mengajak teman-teman Kompasianers untuk “kembali ke laptop” dengan merenungi kembali tagline Kompasiana, yakni:

“Didedikasikan untuk publik. Anda bisa bergabung menjadi penulis Kompasiana dengan terlebih dahulu registrasi. Cantumkan nama dan identitas jelas, bukan anonim. Pergunakan bahasa Indonesia yang benar dan sopan. Mohon tidak mempertentangkan SARA, memfitnah atau mendiskreditkan orang/lembaga, pornografi, dan beriklan. Para penulis disarankan menanggapi komentar pembaca. Tulisan atau opini yang bermanfaat dan mencerahkan akan tampil setelah dimoderasi.”

Menurut pemahaman saya, tagline di atas menunjukkan  bahwa Kompasiana adalah blog yang “didedikasikan untuk publik”, di mana setiap orang “bisa bergabung menjadi penulis”. Namun demikian “terlebih dahulu registrasi”, yang dilakukan dengan mencantumkan “nama dan identitas  jelas, bukan anonim”.

Pada titik ini terdapat persoalan yang cukup mendasar: bagaimana bisa mengetahui bahwa nama yang digunakan oleh si penulis bukanlah anonim?

Selanjutnya terkait dengan penulis diminta mempergunakan bahasa Indonesia yang benar dan sopan, pertanyaaannya adalah: alat ukur apa yang digunakan untuk menilai bahwa bahasa Indonesia yang dipergunakan sudah benar dan sopan?

Kemudian berkaitan dengan  “tulisan atau opini yang bermanfaat dan mencerahkan akan tampil setelah dimoderasi”, ini menunjukkan bahwa ada proses moderasi yang dilakukan oleh Admin Kompasiana, di mana tulisan atau opini yang masuk diseleksi kelayakannya terlebih dahulu, apakah “bermanfaat” dan “mencerahkan” atau tidak. Kalau ternyata tidak memenuhi “kriteria kelayakan” di atas, Admin Kompasiana kan mempunyai otoritas untuk tidak menampilkan. Jadi pengelola di sini dituntut kecermatannya untuk melakukan seleksi tulisan agar tidak kecolongan.

Ajakan saya untuk “kembali ke laptop” ini tentu tidaklah bermaksud untuk mengajari teman2 Kompasianer, apalagi saya tahu blog ini dikelola oleh orang-orang KOMPAS yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Cuma saja, seperti komentar Mas Roy Hendroko di postingan Mas Syarif Ridwan  (di sini): “…Rasanya saya dan kawan-kawan udah bosan mengeluh, rumah sehat ini makin “sakit” aja…”’

Apakah kita menginginkan itu? Tentu tidak, bukan…?!

Sekian dan terima kasih

Salam Kompasiana,

ANDY SYOEKRY AMAL

Tulisan ini dapat juga dibaca di Kompasiana

Tags: , , , , , , , , ,

Share on Facebook Share on Twitter

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: