Skip to content

Kenapa Pak Beye Stress Diancam Dibunuh? Takut, Yaaa???!!!

September 28, 2009

Karikatur Pak Beye

Karikatur Pak Beye

KASIHAN Pak Beye. Sejak munculnya ancaman pembunuhan terhadap dirinya oleh para pelaku teroris, beliau mengaku stres.Berita mengenai pengakuan Pak Beye ini saya baca di Kompas.com (di sini). Serunya lagi, karena sejak itu Pak Beye dikabarkan tak bisa lagi melambaikan tangannya kepada masyarakat.

Waduh, kok gitu ya, Pak Beye… Takut,ya???!!!
Masak sih Pak Beye yang nota bene seorang tentara berpangkat jenderal takut sama teroris? Bukankan Pak Beye pernah mengaku dirinya ksatria? Kok baru gitu aja sudah stress? Kesatria apaan tuh?! Itulah kesan pertama saya ketika membaca berita tersebut.

Tapi… Eittt…, tunggu dulu…!

Lanjut berita, ternyata Pak Beye stress bukan karena kekhawatiran akan ancaman pembunuhan. Melainkan, karena haknya untuk melambaikan tangan kepada rakyat yang merupakan bagian dari upayanya untuk menyapa rakyat dari jendela mobil kepresidenan tidak bisa lagi dilakukan.

Lho, kok presiden yang seharusnya dekat dengan rakyat malah tidak boleh menyapa sendiri rakyatnya? Bukankah dia dipilih oleh rakyat? Tapi kok sekarang malah membelakangi rakyat!!! Presiden apaan tuh? Atau Pak Beye sekarang udah berubah, yaa… Dulu kan Pak Beye nggak gitu, iya, kan ?

”Selama ini, setiap bepergian ke mana pun, jendela mobil selalu saya buka. Lima tahun saya berkeliling ke seluruh Indonesia, saya buka jendela dan saya menyapa rakyat. Sekarang ini, untuk saat-saat tertentu, saya dilarang. Paspampres melarang untuk sementara tidak terlalu terbuka dan telanjang dengan keamanan. Kalau betul-betul tertutup, saya merasa sakit di sini,” ujar Presiden seraya menunjuk dadanya.sebagaimana dikutip Kompas.com

Jadi Pak Beye ini justru takut sama Paspampres, ya? Bukankah Paspampres itu anak buah Pak Beye sendiri? Negosiasikan dong Pak, kalau nggak mau ikut perintah, yaaa, pecat aja tuh!

Kata Pak Beye: ”Saya kemudian bernegosiasi dengan Paspampres. Terus terang, Paspampres menjalankan hal itu karena undang-undang. Kalau saya memarahi, yang salah saya. Jadi, yang menentukan lebih kencang atau kendurnya pengamanan Presiden pascatewasnya Noordin M Top itu bukan saya, akan tetapi Paspampres. Itu juga karena amanah undang-undang,” lanjutnya.

Ooohhh…, tapi kan jangan kelewat amat, dong Pak. Nanti ada anggapan Pak Beye takut atau kesan rakyat merasa ditinggalkan.

Kepada teman-teman Kompasianers, adakah saran atau masukan mengenai cara lain yang lebih tepat dibanding proteksi ala Paspamres di atas?

Salam Kompasiana,

ANDY SYOEKRY AMAL

Share on Facebook Share on Twitter

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: