Skip to content

Virus Mariska dan Tudingan Selingkuh

September 28, 2009

Mariska

MARISKA LUBIS

SEJAK kemunculan Mariska Lubis di Kompasiana yang mengejutkan itu (meminjam istilah Kang Pepih), saya banyak menerima pesan lewat fesbuk. Isinya beragam. Salah satunya, “Bang Andy, Anda telah membawa virus baru di Kompasiana. Virus itu bernama Mariska. Ya, Mariska Lubis ituuuuu!!!“

Saya tercenung membacanya. Ada apa ini!? Kok saya dituding membawa virus? Kenapa Mariska disebut virus?

Ada juga pesan yang berbunyi,”Sejak Mariska bergabung, tulisan-tulisan kita jadi nggak laku. Sepertinya Kompasiana demen Mariska tuh…. Ia telah menjadi fenomena baru. Tulisannya laku kayak kacang goreng. Tapi saya heran, kok Bang Andy yang rajin banget mempromosikan dia dengan memasang tautan-tautan tulisan Mariska di dinding fesbuk. Saya curiga (boleh kan curiga), jangan-jangan Abang ada main dengan dia, selingkuh getooo, lho…ha ha haaaaa… Ngaku aja deh…. !”

Kalimat yang terakhir di atas membuat perasaan saya jadi geli bercampur sedikit dongkol. Sialan…!

Dan karena itulah saya membuat tulisan ini. Tentu saja ini bukanlah bermaksud untuk cuci tangan, apalagi cuci kaki atau cuci piring, hehehe….

Saya mengakui bahwa saya memang ada main dengan Mariska. Tapi eittt…, tunggu dulu! Maksudnya bukan selingkuh, tooo, ha ha ha .,… Batang hidung Mariska aja sampai sekarang belum pernah saya lihat. Dia di Bandung, saya di Makassar. Maksudnya kata “main” di sini adalah main fesbuk-fesbukan. Boleh kan main fesbuk-fesbukan?

Saya tidak menyangkali pula bahwa saya yang membawa Mariska ke Kompasiana. Bukan hanya Mariska, tetapi teman-teman fesbuker yang menurut anggapan saya (yang bodoh ini) bagus nulisnya saya ajak bergabung. Kompasiana ini kan milik publik. Nggak percaya, baca aja tuh tagline-nya: “Didedikasikan untuk publik. Anda bisa bergabung menjadi penulis Kompasiana…. dst…”, jadi nggak salah, kan?

Tapi kalau Mariska disebut virus, virus apaan? Atau karena dia banyak menulis tentang seks? Kalau soal ini saya ingin mengutip tulisan Kang Pepih (di sini): “Lewat kepakarannya, Mariska menulis mengenai seluk-beluk seks dengan santai namun tetap berisi. Seks ditulis secara ilmiah. Sungguh mengasyikkan. Saya yakin, sebagai penulis dengan subyek khusus di Kompasiana, yakni kesehatan seks, Mariska akan segera mendapat tempat di hati para Kompasianers lainnya.” Ini menunjukkan betapa Mariska memiliki kompetensi di bidang ini. Wong dari sononya memang seorang pakar seks (jebolan Sydney University), jadi nggak salah kan?

Oooohhh, atau karena semakin banyak Kompasianer – termasuk mereka yang sebelum-sebelumnya tidak pernah nulis soal seks – tiba-tiba doyan mengupas soal ini?

Wah, kalau soal ini repot deh, soalnya kan nggak ada larangan. Mariska-nya aja sendiri tak mempermasalahkan. Dalam tulisannya (di sini), Mariska malah mengatakan:

“Saya merasa cukup berbangga hati karena pada akhirnya ada banyak yang tertarik untuk melihat seks lebih dalam lagi. Entah dari sisi kesehatan, budaya, sosial, ataupun sejarah. Baik postif maupun negatif. Semakin ramai penulis, pengamat, dan peneliti masalah seks, akan semakin besar peluang agar masyarakat luas menjadi lebih terbuka, pintar, dan terdidik masalah seks.”

Saya hanya ingin mengatakan bahwa kalau tulisan Mariska laku kayak kacang goreng, itu artinya estimasi Kang Pepih terjawab: “…Mariska akan segera mendapat tempat di hati para Kompasianers lainnya…”, dan jika tulisan si pengirim pesan (yang kurang etis saya sebutkan di sini) justru tidak laku-laku, itu bukan karena Mariska. Tapi mungkin saja tulisan Anda yang belum mendapat tempat di hati para Kompasianers.

Bahwa saya rajin mengirim tautan Mariska ke dinding fesbuk, apa itu salah. Namanya teman, kan harus saling membantu. Bukan hanya tulisan Mariska yang selalu saya pasang, tapi juga tulisan-tulisan di Kompasiana lainnya yang saya anggap menarik. Mungkin karena lebih dominan tulisannya Mariska, sehingga ada yang bilang, saya ini manajernya Mariska, he he he.

Terus terang, saya berbangga punya teman seperti Mariska, walaupun sejak kemunculannya di Kompasiana, beberapa tulisannya malah menggusur tulisan saya kebetulan masuk di tangga tulisan terpopuler. Tapi saya tak merasa berkecil hati. Saya akui bahwa tulisannya memang bagus, kok. Kata Pak Prayitno Ramelan di dinding fesbuk saya,”…tapi jujur, tulisannya Mariska bagus dan menarik,ternyata banyak yang butuh konsultasi seks ya…..dan saya menggemari tulisan Mariska…”.

Ya, Mariska memang fenomenal. Dan apakah itu karena itu dia disebut virus? Kalau soal ini saya juga mau ditulari, kok. Sekarang…, siapa mau ikutan ketularan virus Mariska? (ASA)

Salam Kompasiana,

ANDY SYOEKRY AMAL

Share on Facebook Share on Twitter

//

2 Komentar leave one →
  1. September 28, 2009 7:35 pm

    Blog nya selalu ada link di bawah posting mariska lubis…ketahuan nih…atau numpang tenar via Mariska ya?

    • September 29, 2009 8:45 am

      Oh, maaf, ya, saya tidak merasa perlu menjawab. Mungkin lebih baik Mariskanya sendiri yang menjawab. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: