Skip to content

Bagaimana Caranya Biar Selingkuh Nggak Ketahuan?

September 29, 2009

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

Oleh: MARISKA LUBIS

“SIMPAN di luar kota aja! Biar ada alasan dinas ke luar kota!” komentar seorang teman yang tinggal di Makassar. Tapi bukan Bang  , lho! Ha ha haa…

Kira-kira begitulah status saya di FB sekitar semingguan yang lalu. Giliran soal selingkuh saja, yang jawab banyak banget, ya! Kawan-kawan perempuan langsung menanggapinya dengan penuh emosi, sedangkan kawan-kawan pria, semangat untuk memberitahu tips dan trik mereka. Sudah berpengalaman kali, ya? Hehehe…

Sebetulnya pertanyaan itu saya tujukan untuk salah seorang teman yang baru sedang akan dan niat hendak selingkuh. Maunya selingkuh, tapi takut ketahuan sama istri.

“Biar nggak bosan!”
“Nggak bosan sama siapa?”
“Sama istrilah! Siapa lagi…???”
Klise! “Trus, kenapa takut?”
“Saya nggak maulah kalau sampai bini tahu!”
Payah!
“Kasihan anak-anak kalau sampai kenapa-kenapa.”
Reseh!
“Makanya, saya tanya!”
Dasar! Memangnya saya mau apa berbagi ilmu soal yang satu ini? Mendingan buat sendiri ajalah, ya! Hehehe…

Selalu saja ada pembenaran atas perbuatan yang tidak baik. Bosanlah! Kesepianlah! Kurang puaslah! Selama dipikir bisa dijadikan alasan yang tepat, kenapa tidak? Alasan takutnya pun menurut saya cuma bagian dari pembenaran saja. Hanya untuk menunjukkan kalau bagaimanapun juga dia hádala seorang bapak dan suami yang sayang dan bertanggungjawab terhadap keluarga. Bodoh kalau menurut saya, sih!

Karena malas menjawab pertanyaan ini, saya pun kemudian mengajukan pertanyaan lagi di FB. “Satu Lagi: Apa yang harus saya lakukan untuk memutuskan pacar selingkuhan yang mengancam akan memberitahu dan membeberkan semuanya kepada calon istri dan keluarga saya jika dia tidak dibelikan mobil?”

Sama seperti yang pertama, yang memberi komentar banyak banget! Sama juga seperti yang pertama, kawan-kawan perempuan menjawabnya dengan penuh emosi, sedangkan kawan-kawan pria memberikan sejumlah tips dan trik yang cukup menggelikan. Soalnya ada yang bilang, “Cari selingkuhan baru… minta dibeliin mobil buat dikasih ke selingkuhan pertama.” Huahahahahaha….

Sengaja saya tulis seperti itu, maksudnya supaya teman saya tadi tambah ketakutan lagi. Biar dia tahu apa resiko yang akan dia hadapi beserta kemungkinan yang bakal terjadi. Kita, kan, nggak pernah tahu apa niat seorang perempuan yang mau dijadikan selingkuhan?

Intinya, bukan soal takut sama istri dan anak saja yang harus dipertimbangkan, tetapi berani nggak dia bertanggung jawab? Berani berbuat harus berani bertanggungjawab. Bukan hanya pas lagi baru sedang akan dan niat selingkuh saja, tetapi setelah sedang dan mengakhiri sebuah perselingkuhan.

Saya sama sekali tidak menyarankan siapapun untuk berselingkuh. Dengan alasan apapun juga. Saya tidak bicara soal Tuhan dan agama di sini, tetapi imbas dari perselingkuhan itu sendiri yang bisa berakibat sangat fatal. Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Diri sendiri, istri, anak, keluarga, teman, dan bisa saja orang lain yang tidak kita kenal. Toh, setiap masalah pasti ada solusinya. Tergantung dari kitanya saja, apa kita mau menghadapi dan menyelesaikannya atau membiarkan dan membuatnya menjadi lebih buruk. Itu saja.

By the way, maaf ya teman-teman FB tersayang! Bukan maksud ngerjain, tapi tidak ada salahnya, kan, membantu orang lain yang tidak kita kenal sekalipun? Ikhlas, kan ya? (ASA)

Salam Kompasiana,

MARISKA LUBIS

Kunjungi kami di Asamariska’s Blog

<!–This entry was posted on Monday, September 28th, 2009 at 11:59 pm and is filed under Gayahidup, Pusparagam, Sosial. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site. –>

//

Share on Facebook Share on Twitter
One Comment leave one →
  1. Februari 28, 2010 6:31 pm

    lagi trend tuh…katanya ” selingkuh utk re-freshing ”, tau deh re-freshing apanya. yg jelas amburadol… hehehe. tapi dasar manusia gak kapok2-nya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: