Skip to content

Kutukan Antasari dari Jaksa Urip

Februari 12, 2010

urip

ENTAH kenapa saya tiba-tiba teringat dengan Urip Tri Gunawan begitu vonis Antasari Azhar dibacakan. Tahun 2008 silam, kalau tak salah bulan Juni, saya  bertemu dengan mantan jaksa yang dihukum 20 tahun penjara karena menerima suap Rp 6 miliar dari Arthalyta Suryani itu ketika menjenguk seorang kawan yang  juga ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hamka Yandhu, di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kebetulan sel Urip berada satu blok dengan sel Hamka.

Di sofa ruang tamu blok, saya duduk berdampingan dengan Urip. Ia hanya mengenakan kaos oblong dengan celana pendek, sedang menonton tivi yang lagi rame-ramenya menyiarkan berita seputar kasus yang menimpa dirinya. Tiba-tiba muncul Antasari di tivi dalam sebuah wawancara pers, bla-bla-bla…

Pria yang memiliki tubuh tinggi besar itu lantas berdiri, berkacak pinggang, lalu menunjuk ke tivi.

“Puihhhh….!”

“Kenapa Mas?”

“Ituuu… si Antasari! Sepertinya saja dia malaikat kalo bicara di media. Padahal kita kan satu korps, sama-sama  taulaaah…”

Maksudnya apa, Mas?”

“Alaaaahhh..! Liat aja nanti Mas, Tuhan yang akan membalas. Karma itu kan ada…”

Seorang pria berumur yang kemudian saya ketahui bernama Irawady Yoenoes, anggota Komisi Yudisial yang ditahan KPK di rutan tersebut dalam kasus suap, juga berdiri sambil meludah. Puihhhh….!!!

Terus terang, saya pada awalnya bingung menyaksikan fenomena ini. Tapi oleh Hamka, saya  mengetahui bahwa hampir setiap kali Antasari, juga anggota KPK lainnya nongol di tivi, pasti ada saja kutukan dan sumpah serapah yang keluar dari mulut para tahanan KPK tersebut.

Ketika  Antasari ditangkap, para terdakwa kasus korupsi dan suap yang pernah ditangani KPK bersorak gembira. Apalagi ketika mengetahui Antasari Azhar dijaring sebagai tersangka kasus pembunuhan. “Itu karma bagi orang yang berkehendak zalim terhadap diri saya,” ujar Urip Tri Gunawan, seperti dikutip Kompas.

Kompas saat itu memberitakan, Jaksa Urip dan musuh Antasari lainnya bersorak. Lima terpidana dan terdakwa kasus korupsi penghuni sel Brimob Kelapa Dua, yakni Urip Tri Gunawan, Aulia T Pohan (besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Hamka Yanhdu (anggota DPR), mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, dan mantan Deputi Gubernur BI Maman Soemantri, semuanya mengaku merasa happy banget. Mereka ketawa-tawa riang, malah ada yang makannya jadi banyak. Ketika ditanya komentar para penghuni tahanan Brimob Kelapa Dua,  Urip  mengatakan, “Ya sama seperti yang saya sampaikan ini. Ini karma buat Pak Antasari.”(lihat)

Saya tidak tahu, bagaimana perasaan para terpidana kasus suap dan korupsi itu saat ini,  khususnya Urip, ketika mengetahui Antasari divonis 18 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi mungkin saja, mereka menganggap kutukannya  telah terbukti.

Wallahua’lambissawab

Baca juga tulisan lainnya:

Vonis Antasari Mengecewakan !
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: