Skip to content

Menemukan Tuhan Lewat Seks

Februari 25, 2010

mariska

Aneh, ya? Mungkin bagi sebagian orang iya. Melecehkan Tuhan?! Bisa juga berpikir begitu. Tapi justru bagi saya, seks membuka mata hati dan pikiran saya dengan menjadi merasa lebih dekat dengan Tuhan dan selalu ingin dekat dengan-Nya.

Pencarian Tuhan menurut saya, bisa dilakukan dari mana saja. Ada yang lewat agama, lewat kepedihan, lewat kebahagiaan, lewat pekerjaan, lewat tulisan, lewat bacaan, lewat ilmu yang dipelajarinya, dan bahkan ada juga yang lewat komputer. Yah, lewat hal-hal yang tidak logis di dalam bidang yang justru menggunakan logika sebagai patokan utama karena bagian yang tidak logis itu adalah merupakan salah satu bagian penting dalam logika. Pusing, ya?! Hehehe…. Sama!!! Tidak sedikit juga yang menemukan Tuhan lewat kejahatan dan kriminal yang telah mereka lakukannya. Sudah banyak, kan, contohnya!!!

Jujur saja, saya dulu pernah mempertanyakan keberadaan Tuhan. Siapa Dia? Kenapa semua orang memuja Dia? Untuk apa?! Apakah Tuhan itu? Bertahun-tahun saya berusaha untuk bisa menemukan jawabannya. Tetapi tetap saja saya meragukannya. Sampai kemudian, saya membaca sebuah buku. Buku itu bukan buku filsafat atau buku-buku yang berhubungan dengan agama. Saya membaca bukunya Darwin. “The Origin of Species, judulnya.  Yang menarik dari buku itu, buat saya, bukanlah teori evolusinya, tetapi justru membuat gairah pemikiran saya bergejolak memikirkan asal usul manusia. Kenapa sampai ada manusia, ya? Untuk apa? Bagaimana bisa?

Kalau sebelum-sebelumnya, saya belajar bidang ekonomi dan ilmu-ilmu sosial lainnya, sejak saat itu, saya mulai mempelajari science secara lebih mendalam. Di dalam kelas filsafat science yang pernah saya ikuti, ada sebuah pembahasan yang sangat menarik hati saya. Reproduksi. Di sini dibahas mengenai reproduksi, mulai dari perkawinan, pembuahan, sampai menghasilkan generasi berikutnya. Bukan dari sisi medis, tapi dari sisi penalarannya. Amazing!!! Awesome!!! Bizarre!!!

Dari dulu sampai sekarang ini, peneliti di seluruh dunia, bahkan yang jenius sekalipun, masih belum bisa, tuh, menjabarkan secara lebih detail soal kenapa bentuk awal janin pada hampir semua hewan dan manusia, memiliki bentuk yang mirip. Genetik telah dicoba untuk diuraikan. Genom project!!! Susah banget untuk bisa diselesaikan. Sampai sekarang masih dalam tahap pemetaan. Itu, pun,  sepertinya masih butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa menyelesaikannya. Baru pemetaannya. lho!!! Belum ke tahap yang selanjutnya. Masih banyak rahasia yang belum terbongkar. Sepertinya, otak manusia, masih belum bisa menjangkaunya.

Lalu kemudian, saya pindah. Pindah mempelajari ilmu politik. Nah, ini dia, nih!!! Setelah mempelajari sejarah dan budaya yang merupakan “kewajiban” bagi mereka yang belajar politik, saya melihat, bahwa ternyata masalah reproduksi yang saya pelajari di dalam ilmu yang berbeda, sangatlah memegang peranan penting. Bagaimana sebuah sejarah dunia bisa terukir bila tidak ada peranan dari reproduksi. Mulailah kemudian saya mengkait-kaitkannya dengan seks. Kenapa? Reproduksi, kan, bagian dari fungsi seksual. Ya, kan?

Saya berusaha terus menggali dan mengkaji seks ini secara lebih serius. Waktu itu, sih, masih malu-malu. Takut dibilang macam-macam!!! Maklumlah, perempuan!!! Paling malas kalau sampai dituduh sebagai perempuan jalang!!! Belajar seks, gitu, lho!!!  Hehehe….

Entah kenapa, kemudian, saya terpilih untuk memiliki kolom “Tanya Mariska”, sebuah kolom tanya jawab Seks dan Relationship di Majalah Men’s Health Indonesia. Alasannya kenapa saya dipilih waktu itu, kalau tidak salah, adalah karena saya sebagai seorang perempuan yang bisa bicara bahasa pria. Kurang lebih memiliki pemahaman dan pendidikan yang cukup memadai untuk bicara soal seks dan relationship secara lebih terbuka.  Saya juga kaget banget!!! Senang pastinya!!! Makasih banyak, ya, Ibu Widarti Gunawan!!! Mungkin inilah jalan saya untuk bisa kemudian mempelajari seks lebih dalam lagi.

Benar saja!!! Dari banyaknya pertanyaan yang masuk, dan banyaknya artikel, tulisan, dan hasil penelitian tentang seks, membuat saya belajar lebih banyak lagi.  Saya pun mulai melakukan riset sendiri. Yah, pakai kocek sendirilah. Seada-adanya!!! Semampu-mampunya, deh!!! Hehehe….

Seiring perjalanan waktu, saya kemudian seperti tersadar dari mimpi.  Gila, ya!!! Tuhan itu memang beneran ada!!! Waduh!!! Ke mana saja saya selama ini?! Kenapa baru setelah sekian lama saya menemukan jawabannya?! Bodoh benar saya!!! Sombong!!! Sebagai seorang manusia yang selalu berusaha rasional, ternyata saya tidak rasional sama sekali. Saya mengabaikan faktor irasional, termasuk hati dan perasaan, di dalam pencarian saya selama ini. Dungunya…, dungunya!!! Pantas saja saya tidak pernah bisa “melihat”-Nya!!!  Apalagi kemudian, saya mempelajari matematika dan fisika juga. Walah!!! Semakin merasa bodoh saya!!! Ndablek!!!

Sebagai sebuah doa dan ucapan syukur atas segala pencerahan yang telah diberikan oleh-Nya, saya lalu memohon agar diberi kesempatan untuk membagi segala berkah, rahmat, dan anugerah terindah serta terbaik yang saya terima dan dapatkan, kepada semua umat manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sekali lagi, pintu dibukakan. Seks menjadi jalan utamanya. Menjadi pintu gerbang untuk membuka jalan yang lebih lebar lagi dan atau lebih sempit lagi. Menjadi lebar karena membuka apa yang selama ini telah ditutup-tutupi, dan menjadi lebih sempit karena hanya ada satu tujuan utamanya. Tuhan.

Sebuah proses yang tentunya tidak mudah untuk dilalui, tetapi bagi saya, inilah yang saya anggap sebagai proses kehidupan. Suka dan dukanya harus bisa saya nikmati dan saya syukuri. Selalu ada hikmah di balik semuanya.

Tulisan ini adalah merupakan sedikit berbagi dari saya. Semoga saja bisa dimengerti dan dipahami. Silahkan mencari “penemuan” dan “jawaban” sendiri. Setiap orang memiliki jalan masing-masing.

Terima kasih, ya!!!

Semoga bermanfaat!!!

Baca juga 10 Artikel Pilihan Lainnya:

  1. Air Mata si Buaya
  2. Mariska Lubis, Menemukan Tuhan di Buku Seks
  3. Nikah Siri? Poligami? Berani?!
  4. Gila! ML Berjamaah buat Cetak Rekor Dunia
  5. Wow! Bu Bupati dan Pak Wakil Selingkuh?
  6. Duh! 62,7 % Siswi Sudah tak Perawan?
  7. Facebooker Diperkosa Facebooker
  8. Seks Itu Apa?
  9. Seks dan Kopi Hangat
  10. Gara-gara Ngaku Lajang di Fesbuk…
23 Komentar leave one →
  1. Februari 25, 2010 4:22 pm

    mantap, judul nya nakal tapi isinya hanif. iya tuhan itu bisa dirasakan keberadaan nya dari ciptaan nya

  2. Februari 25, 2010 8:39 pm

    Setelah manusia menemukan Tuhannya, selanjutnya adalah mencari apa yang dikehendaki Tuhan dari manusia yang diciptakan-Nya. Dalam “Ibadah”.

  3. Februari 26, 2010 12:02 am

    wah keren judulnya
    Yang tercecer dari Kompasiana…!:-)

    Terus menulis ya bang
    kita bagian mbaca
    hahaha….

    • Februari 26, 2010 12:44 am

      Mas, saya justru yang mau belajar nih… Sementara saya utak-atik untuk pasang tautan teman2… he he he

  4. maviahosting permalink
    Februari 26, 2010 1:25 am

    http://maviahosting.wordpress.com/

  5. darahbiroe permalink
    Februari 26, 2010 2:39 am

    wahhh baru baca nuy tulisan seperti ini heheh

    nice inpo


    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih😀
    salam sukses

  6. tandi skobet permalink
    Februari 26, 2010 7:03 am

    Hmmm…hal yang meyakinkan saya bahwa dalam diri Andy ada partikel steril yang terus gelisah….

  7. Februari 27, 2010 12:28 am

    Buku ini pasti menarik..hmmm apalagi klo harganya gak kemahalan…
    tetapi isi buku taman wewangian karya syekh nafzawi nampaknya memiliki nafas sama dengan judul buku mariska…

    • Februari 27, 2010 9:27 am

      semoga saja bisa memberikan banyak manfaat semua dan bisa dijangkau oleh banyak orang…

  8. Februari 27, 2010 10:54 am

    numpang baca om😀

    • Februari 27, 2010 12:40 pm

      Silakan. Terima kasih sudah bergabung di lapak kami..

      Salam kenal..

  9. Februari 28, 2010 12:17 am

    waow!!! tulisan dan pengalaman yang sarat pesan moral, dan penjelas dari “intrik” yg selalu ada dalam setiap “diri” manusia.
    setiap diri pasti selalu dalam “pencarian” itu, meski lidah bisa bicara “hal itu bodoh” tapi jauh di lubuk hati hal itu benar adanya. walau telah “beragama” “pasti” , “kebimbangn atas pencaraian Tuhan” itu selalu ada. dan kau menjelaskanya dg sangat apik dari pengalaman hebatmu shobatku. thnx banyak, sangat bermanfaat untukku. salam…

  10. Februari 28, 2010 1:49 am

    kunjung balik yah,.

    http://programatujuh.wordpress.com/

  11. Maret 4, 2010 1:50 pm

    hahaha…judulnya bikin penasaran, boleh ditag , permisi

  12. Maret 9, 2010 8:39 am

    sex itu indah…seindah hasil nya…dan sesempurna cipta anNya

Trackbacks

  1. Koalisi Pecah Kongsi, SBY Bunuh Diri? « Asakompasiana's Blog

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: