Skip to content

28% Pria Indonesia Ketagihan Nonton Film Porno?

Maret 3, 2010

Illustrasi diunduh dari Google

PALING tidak sehari satu kali!!! Kata siapa? Ini dari hasil survey yang dilakukan oleh Majalah Men’s Health International di 35 negara terhadap pembaca dan juga dari hasil wawancara dengan para pakar seks internasional. Makanya, sering banget dibilang kalau Indonesia adalah salah satu gudangnya tempat para pria aneh di dunia bermukim.

Huahahahahhaha…. Jangan marah-marah dulu, ya!!! Kan, bisa saja memang benar apa adanya?! Bisa juga salah!!! Kita bahas bareng-bareng aja, yuk!!!

Kita mulai dari pertanyaan ini dulu, deh! Siapa yang belum pernah nonton film porno? Hehehe…. Yah, ngaku ajalah, ya! Memang pasti ada juga yang belum tapi kita bicara kebanyakanlah, ya! Apalagi kaum pria. Malah mungkin ada yang banyak punya koleksinya.

Pertama kali saya menonton film porno adalah ketika saya masih duduk di kelas 3 SMP. Waktu itu, saya dan beberapa orang teman sedang berkumpul di rumah salah seorang teman juga. Saya masih ingat, ada sekitar 8 orang teman perempuan, dan sekitar 12 orang teman pria. Saya cuma tidak ingat bagaimana ceritanya sampai kemudian film porno itu diputar. Siapa yang memulainya dan dari mana film itu ada, saya juga tidak ingat. Yang saya paling ingat adalah, saya dan beberapa orang teman perempuan lari ke kamar mandi. Weeekkkk!!! Muntah!!!! Geli banget rasanya melihat adegan yang iiihhhh…. boro-boro syur, deh!!! Masa adegan satu lawan tiga bisa menggairahkan?! Nggak, deh!!!

Seiring perjalanan waktu, apalagi setelah saya menjadi konsultan seks dan relationship, mau nggak mau, deh, saya harus rajin mencari bahan-bahan, termasuk film-film seperti itu. Untuk saya teliti dan pelajari juga. Apalagi kalau filmnya ngetop, laris manis, dan atau yang agak-agak menyimpang. Soalnya, bisa kemudian saya lihat bagaimana dan kenapanya?

Contohnya saja ada film yang semua pemainnya sedang hamil. Gila, kan?! Setelah kemudian saya telusuri, ternyata memang banyak sekali yang suka menonton dan membayangkannya. Bahkan, dari hasil survey, Pekerja Seks Komersial yang sedang hamil, mendapat bayaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Menurut para “pemakainya”, mereka ingin merasakan “sensasi” yang berbeda. Bener-bener, deh!!! Bener-bener nggak punya otak dan nggak punya hati!!!

Kita lanjut ke pertanyaan berikutnya, nih?! Kenapa, sih, nonton film porno?! Pengen tahu?! Pengen belajar?! Atau asyik aja!!! Bisa mengundang birahi menjadi kemudian meningkat dengan sebegitu deras dan tingginya?

Semua alasan itu tidak menjadi soal bagi saya. Bagi saya. lho!! Karena menurut saya, ini juga bagian dari pengetahuan umum yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya baru mempermasalahkannya bila kemudian menjadi obses!!! Maunya nonton melulu!!! Koleksi melulu!!! Sudah itu, dipakai untuk melakukan perbuatan yang tidak-tidak pula. Masalahnya, kalau sudah menjadi obses, bisa merusak otak dan pikiran. Pernah baca tulisan saya soal Seks Maniak? Nah, itu adalah sebuah penyimpangan psikologis yang mendorong seseorang untuk selalu berpikiran soal seks, seks, dan seks. Kehidupannya pun bisa menjadi hancur berantakan, karena sudah tidak bisa fokus lagi dalam hal yang lain dan juga sudah tidak bisa lagi berpikir dengan jernih. Mau seperti itu?

Saya masih ingat sewaktu saya masih kerja di sebuah perusahaan asing dulu. Kantor itu memiliki peraturan yang tegas. Barangsiapa yang ketahuan memiliki atau menyimpan film atau gambar-gambar porno di dalam komputernya, akan mereka keluarkan. Masalah hak? Bukan!! Ini masalah kesehatan di perusahaan. Mereka paham betul efek dari orang-orang yang keranjingan nonton film seperti itu. Lagipula, kantor untuk bekerja, bukan untuk nonton film porno!!!

Ada satu orang pegawai yang pernah dipecat dari kantor itu dengan tidak terhormat. Bukan hanya karena dia menyimpan film porno di komputernya, tetapi semua koleksinya berhubungan dengan phedophilia. Semuanya anak-anak. Pantas kalau menurut saya kalau sampai dia dipecat. Yakin banget itu orang punya masalah dengan kejiwaannya. Anak-anak gitu, lho?!!! Pasti akan menggangu juga kinerjanya di kantor. Ya, kan?

Berikutnya, nih, kenapa, ya, tidak ada masih terus nonton ketagihan nonton film porno? Nah, itu dia!!! Saya bilang, sih, sudah kecuci otak sama film porno!!! Sudah kayak candu!!! Kalau nggak nonton sehari saja, bisa sakau!!! Uring-uringan sendiri!!! Marah-marah!!!

Terus ini menjadi pertanyaan yang terpenting menurut saya, “Apa hubungannya ketagihan nonton film porno dengan bangsa dan negara ini?”.

Hallllloooooooo!!!! Ini adalah sebuah potret dari keadaan sosial dan psikologis masyarakat sebuah bangsa dan negara. Kalau penduduknya banyak yang “sakit”, bagaimana negara ini bisa dibilang sehat?! Sudah banyak, kan, kasus yang terjadi gara-gara nonton film porno?! Tuh, sampai ada anak SD yang berani memperkosa segala. Ada juga anak SMP yang memperkosa nenek-nenek tua. Belum lagi bapak yang memperkosa anaknya sendiri. Apa nggak gila?! Coba tanya bagaimana asal mulanya mereka sampai bisa melakukannya? Kebanyakan gara-gara nonton film porno, kan?

Ayolah!!! Jadilah manusia yang sehat!!! Bukan hanya fisiknya saja yang sehat, tapi otak dan hatinya juga, dong!!! Sialahkan saja nonton film prono, tapi please…. jangan sampai ketagihan, ya!!! Rugi sendiri, lho!!!

Semoga bermanfaat!!!

Mariska Lubis

Baca juga 10 Artikel Pilihan Lainnya:

  1. Saat dan Waktu Itu
  2. Para Penjual Keperawanan
  3. Guling-Guling Goyang Gelinjang
  4. Mengintip Malam Pertama Pengantin Turki
  5. Menemukan Tuhan Lewat Seks
  6. Gila! ML Berjamaah buat Cetak Rekor Dunia
  7. Duh! 62,7 % Siswi Sudah tak Perawan?
  8. Gelisah Menanti Saat Bercinta
  9. Seks Itu Apa?
  10. Wow! Orgasme Ratusan Kali Sehari?
15 Komentar leave one →
  1. adityafacilitator permalink
    Maret 3, 2010 2:21 am

    hmm he.. he… ha… ha…. btw saya ketagihan nge blog, meskipun rank gak naik tapi malah turun.. padahal artikel menarik plus ada hadiahnya.. gak bohong.. mampir ya…

  2. Maret 3, 2010 4:11 am

    sip artikelY…,kl soal 28% pria suka nonton yg gituan bt pengalaman pribadi aja dech..hehe
    slm knl http://bareka.wordpress.com

    • Maret 3, 2010 5:41 am

      yah kalau selama untuk ingin sekedar tahu tidak masalah… asal jangan ketagihan aja…

      salam kenal juga…

  3. duniakontraktor permalink
    Maret 3, 2010 6:34 am

    Benar juga tu…

    Cerita teman saya, di warnet langganannya sering rame dengan ABG. Tapi begitu situs porno di sensor, warnetnya jadi sepi… Parah ne…

    • Maret 3, 2010 11:42 am

      wah parah banget memang… mengerikan!! saya rasa sih lebih dari 28% untuk sekarang sih…

  4. Maret 3, 2010 11:06 am

    Termasuk yang 28 % atau yang 72 % ya ?

  5. Maret 3, 2010 1:20 pm

    hahahahhayyy…

    nice posting bro, senenk mampir ksini:)

  6. Maret 4, 2010 2:25 am

    sungguh ironis….jaman edan!

  7. Maret 6, 2010 1:45 am

    Melihat film India saja anak ABG sudah berfantasi dan “termotivasi” untuk memperkosa, apalagi nonton film porno beneran…. untung saya ga termasuk yg 28% itu…ha..ha..

Trackbacks

  1. Ting Posting « Berbuat Terbaik Dan Berbahagia Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: