Skip to content

Atas Nama Cinta, Saya Hamil dan Dia Dipenjara

Maret 4, 2010

Diunduh dari Google

Sepasang kekasih sedang dimabuk cinta. Hari-hari mereka diisi penuh dengan cinta dan kasih sayang serta kehangatan dekapan mesra dan cumbu rayu. Sementara restu dari orang tua tak juga kunjung datang. Sampai kemudian sang perempuan pun hamil.

Di tengah-tengah kebingungan atas kehamilannya, bencana kemudian terjadi. Sang pria dituduh melakukan sebuah kejahatan kriminal dan harus masuk ke dalam penjara. Bahkan berita tentang masuknya sang pria ini merebak ke mana-mana. Orang yang menuduhnya melakukan kriminal membuat tulisan yang disebarkan ke mana-mana. Padahal dia adalah seorang panutan yang sebenarnya tidak pantas untuk melakukannya. Belum tentu juga semua tuduhan itu benar, kan? Belum terbukti di pengadilan. Belum juga ada keputusan.  Beraaaaatttt sekali!!!

Mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan sang jabang bayi. Pengakuan kepada orang tua pun kemudian dilakukan. Marah? Pasti!!! Tetapi kemudian orang tua bisa menerima semua itu dengan ketulusan hati. Kenapa? Karena keberanian mereka berdua menghadapi semua ini. Kehamilan yang awalnya disebut sebagai musibah, kemudian berubah menjadi sebuah berkah. Sang pria dengan berani menjelaskan apa yang membuat semua ini menjadi berkah.

Hanya saja permasalahan baru pun timbul. Bagaimana bisa melakukan pernikahan bila sang pria ada di dalam penjara? Satu hal lagi yang menjadi masalah. Mereka berdua memiliki keyakinan yang berbeda. Ya, Tuhan!!! Sepertinya tidak habis-habis masalah mereka, ya?! Saya sendiri yang mendengarkan dan menyaksikan sendiri semua ini merasa sangat tidak berdaya. Namun ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu kekuatan cinta yang mereka miliki sehingga mereka yakin sekali bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.

Ingin tahu percakapan cinta antara mereka? Semuanya lewat SMS, karena mereka memang tidak bisa bertemu. Sang perempuan berada di Kota Kembang. Sang pria sedang mendekam di sebuah penjara di Surabaya.

Sang perempuan: “Saya lebih suka berada dekat denganmu, tetapi kita sepertinya “terhenti” dengan keberadaan kita. Sangat berat. Hubungan jarak jauh ini membunuh saya.”

Sang pria: “Jarak mungkin memisahkan kita tetapi yang paling penting adalah cinta mempersatukan kita. Dan itu jauh lebih penting dari yang lainnya.”

Sang perempuan: “Mudah bagimu tetapi tidak untuk saya. Saya sangat kecanduan sentuhanmu, cintamu, dan perhatianmu.”

Sang pria: “Kamu masih ingat bahwa pada suatu saat yang lalu saya pernah bilang bahwa saya mencintaimu dan itu adalah benar adanya? Dan saya pun masih sangat mencintaimu dan ini juga benar adanya. Dengan mengetahui kebenaran ini menghasilkan keindahan cinta yang kita miliki serta yang mempersatukan kita sebagai sepasang kekasih, suami dan istri, ibu dan ayah.”

Waduuuhhhh!!! Saya benar-benar terenyuh membaca SMS mereka. Menurut saya, ini sangat luar biasa. Kekuatan cinta memang bisa mengalahkan segalanya, ya?! Bayangkan saja apa yang akan kita lakukan bila semua ini terjadi pada kita? Apakah cinta yang kita miliki bisa mengalahkan semuanya?!

Cerita cinta ini jauh berbeda dengan kisah cinta Romeo dan Juliet yang berakhir duka. Kisah ini adalah sebuah gambaran nyata bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila ketulusan akan cinta itu ada dan benar adanya. Cinta  memang bisa memberikan sebuah kekuatan tersendiri sehingga memang bencana dan musibah bisa menjadi sebuah berkah. Pandangan positif dan jauh ke depan pun bisa dengan mudahnya  terlihat. Semua duri kepahitan dan kesedihan bisa berganti dengan suka dan gelak tawa. Segalanya akan berakhir dengan indah pada waktunya nanti.

Perjalanan mereka masih panjang. Masih banyak lagi lika liku serta kerikil tajam yang harus mereka lalui. Namun saya sangat yakin bahwa semua ini akan segera berakhir. Sebentar lagi akan ada seorang bayi mungil yang hadir di antara mereka. Seorang bayi buah cinta kasih yang akan mempererat lagi hubungan antara mereka berdua. Kebahagiaan akan segera menyelimuti mereka berdua.

Sengaja saya sampaikan kisah ini lewat tulisan. Sebagai penghargaan saya kepada mereka berdua. Juga sebagai contoh bagi semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila cinta yang murni itu apa adanya. Cinta memang indah. Cinta jugalah yang membuat semuanya menjadi sangat indah.

Semoga bisa memberikan banyak manfaat!!!

Mariska Lubis

Note:

HD dan L…, yang kuat, ya!!! Tuhan selalu menyertai langkah mereka yang percaya.

(Telah Publish di Kompasiana 16 Januari 2010)

108 Komentar leave one →
  1. Maret 4, 2010 2:27 am

    hidup bukan sekedar mampir ngombe, tp bisa mampir ke penjara juga bisa, ke pantai juga oke, ke neraka mungkin yang terakhir..

    • Maret 4, 2010 1:12 pm

      kita lihat sisi positifnya di mana mereka memilih untuk tidak melakukan aborsi… di mana banyak pasangan muda sekarang memilih jalur itu…

      • Maret 5, 2010 5:38 pm

        kalaupun aborsi itu pun tidak apa2. soalnya gue pro choice, bukan pro life😀

      • Maret 6, 2010 2:48 am

        semua memang tergantung kepada pilihan dan juga keberanian untuk mempertanggungjawabkannya…😉

      • kizatox permalink
        Maret 7, 2010 1:10 am

        bila bayi yang di kandung itu adalah seorang wanita,maka haramlah untuk ayahnya menjadi wali pada saat pernikahannya

      • Maret 7, 2010 2:22 am

        nilai dan kebenaran mutlak hanyalah milik Sang Maha Kuasa yang sangat Pemurah…

    • alice pngen gituan permalink
      Maret 5, 2010 10:27 am

      sebelum ke neraka, ka alam kubur dolo

      • Maret 6, 2010 3:03 am

        semoga Yang Maha Kuasa berkenan mengampuni mereka karena pilihan yang mereka ambil atas pertanggungjawaban yang mereka lakukan…

  2. Maret 4, 2010 8:44 am

    kekuatan cinta (nafsu) yang membawa ke neraka……
    kayaknya bukan contoh yang bagus…..

    • Maret 4, 2010 1:14 pm

      perilaku untuk melakukan seks pra nikah memang iya… tetapi kita bisa mengambil sisi positifnya dari kisah ini di mana mereka memilih untuk membesarkan anak itu dan tidak melakukan aborsi… sementara banyak yang lainnya memilih jalur cepat dengan menutupi kesalahan dengan melakukan kesalahan yang berikutnya…

  3. Maret 4, 2010 11:21 pm

    kasihannnn…..

    DOWNLOAD MP3 PESAN TUHAN, AKHIR ZAMAN SUDAH DI DEPAN MATA
    http://www.penuai.wordpress.com

  4. Maret 5, 2010 9:51 am

    wow..
    nice artikel..

    mampir ke sini yah..
    http://programatujuh.wordpress.com/

  5. Maret 5, 2010 12:23 pm

    Cinta suci adlah cinta yang dijaga dari perbuatan2 yg mnjurus nafsu.karena setiap nafsu itu tdk baik..
    Perbuatan itu hnya dibolehkan jika sdh menikah scara sah

    • azmaelyahrib permalink
      Maret 6, 2010 2:30 am

      Betul-betul…. jika awalnya saja salah…. bagaimana akhirnya………..
      Semoga kita bisa menjaga diri sebelum waktunya tiba……..Amiiiiiiiiin
      keep ur self…^^

      • Maret 6, 2010 2:46 am

        semua tergantung dari kemauan keras dan keinginan yang kuat untuk mau memperbaiki kesalahan dan mempertanggung jawabkannya…

    • Maret 6, 2010 3:02 am

      semoga saja mereka tetap memiliki cinta kepada yang menciptakan mereka…

  6. Maret 5, 2010 12:27 pm

    hmm, ada bagusnya ada gag nya juga…
    tapi masih mending lah… mereka masih mau bertanggung jawab dengan apa yg telah mereka lakukan….

    berkunjung mbak…

    HIDUP!!! ^_^

  7. Maret 5, 2010 12:45 pm

    Good blog, slm kenal, mmpr ya k blogq http://elhaidar.wordpress.com

  8. Maret 5, 2010 12:58 pm

    Euhh… Tergetar hati saya baca kisah satu ini. Cinta yang didera musibah, DAN siksaan verbal dari masyarakat munafik yang judgemental. Memang, BERAT. I’ve been there.

  9. Maret 5, 2010 4:15 pm

    disini kita harus sama-sama saling mengerti..dimana posisi seorang anak dan orang tua…jangan memandang sebuah hubungan hanya dari satu sisi saja…tapi lihat secara general, akan dibawa kemana hubungan mereka , bagai mana cara mereka menjalin hubungan, dan seberapa jauh hubungan mereka itu harus dinilai…jangan langsung memvonis TIDAK SETUJJU…..akhirnya sianak hamil lalu mo bilang apa……

    • Maret 5, 2010 4:36 pm

      Sip…!!! setuju bgt neh ma komentnya. ( btw, bukan “setuju” buat memvonis loh …. )

  10. Maret 5, 2010 4:34 pm

    Wah… kisahnya hampir mirip sm kisah ku neh…
    Cuma aku ga smp ngehamilin dan msk penjara… hehe.. 😀 ( mudah-mudahan jgn smp deh…)
    –> mau berbagi neh di : http://thethomses.wordpress.com/2010/03/04/medan-in-love/

  11. Maret 5, 2010 4:46 pm

    sepertinya isi blog ini keren2 banget..sering bertengger di posisi yang bagus…

    Sip lah..

    salam

  12. Maret 5, 2010 5:35 pm

    Saya kagum perempuan itu tidak aborsi dan membiarkan janin itu berkembang hingga saatnya lahir. Tapi saya sangsi cinta mereka semakin kuat saat bayi telah hadir. Ada banyak kemungkinan memang. Tapi saya lebih percaya jika perempuan itu akan memilih pria lain untuk menjadi suami dan ayah tiri bayinya, daripada harus menunggu ayah biologis bayinya keluar dari penjara.
    Cinta memang indah. Tapi cinta tidak pernah cukup kuat menyatukan dua insan. Restu orangtua di atas segalanya.

    • Maret 6, 2010 2:51 am

      semoga saja semua berjalan dengan baik bila kemudian Tuhan memberikan restu terhadap cinta mereka…

  13. Maret 5, 2010 8:52 pm

    ingin di cintai..😦

  14. zidnihusna permalink
    Maret 5, 2010 10:30 pm

    Cinta sejati?:mrgreen: kalo pingin tahu kekuatan cinta mereka kita tunggu mereka sampai meninggal semua. Saya tidak yakin ketika mereka berkeluarga mereka akan cinta terus karena cinta mereka didasarkan nafsu. Ambil positifnya saja, yaitu tidak usah tiru mereka, kalo tiru mereka…siap-siap aja masuk penjara dan neraka.

  15. Maret 6, 2010 2:00 am

    Pengetahuan tentang surga dan neraka mungkin masih minim, bisa tahu tapi hanya di lisan atau hapalan, belum sampai pada penerapannya di kehidupan sehari-hari, mari kita jaga keluarga kita dari bencana seperti diatas, seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawabannya atas kelaiannya dalam menjaga Ibunya, Istrinya serta saudara perempuannya

    • Maret 6, 2010 2:41 am

      ada satu hal yang sangat membuat saya terharu dalam hal ini adalah mereka tetap mempertahankan anak mereka… sementara ada banyak yang lain bila menghadapi situasi yang serupa… memilih untuk melakukan aborsi…

  16. Maret 6, 2010 2:11 am

    Mantap nih artikelnya, kisah cerita cinta dengan kesetiaan dan tanggung jawab, memang diawalnya melakukan kesalahan tetapi kesalahannya dapat dipertanggugjawabkan…

    • Maret 6, 2010 2:42 am

      menurut saya pun demikian… karena dengan dia menikahi perempuan itu dan mereka berdua tidak melakukan aborsi seperti yang biasa dilakukanoleh yang lain… terima kasih ya…

  17. Maret 6, 2010 2:30 am

    artikel yg bagus…
    harus yakin dan percaya bahwa TUHAN selalu memberikan kemudahan,,.thanks

    http://abu05.wordpress.com

    • Maret 6, 2010 2:45 am

      terima kasih… Tuhan Maha Pemurah dan Maha PEnyayang.. Dia akan memberikan segala yang terbaik…

  18. ahnku permalink
    Maret 6, 2010 3:43 am

    hemm….. cintanya bagus… tapi bagaimana dengan melawan pada orang tua??? huhu…

    • Maret 6, 2010 9:44 am

      saya sangat berharap orang tuanya bisa bijaksana dalam mengambil keputusan… biar bagaimana pun jodoh ada di tangan Tuhan… bukan manusia yang berhak menentukan…

  19. Maret 6, 2010 5:44 am

    Artikel yang bagus. Seberat apapun itu, tanggung jawab mereka bagus. Terbukti mereka memilih mempertanggungkannya dengan tidak melakukan aborsi. Semoga Allah mengampuni, amin.

    http://anyesfransisca.wordpress.com

  20. Maret 6, 2010 5:57 am

    Cinta memang mempunyai kekuatan yang dahsyat, bisa menembus ruang dan waktu. Tapi yang menarik perhatian saya, keberanian mereka menghadapi kenyataan. Salut buat mereka, semoga disuatu masa mereka dapat menemukan kebahagiannya.

  21. Maret 6, 2010 6:08 am

    —> Seks pra nikah tidak baik & tidak betul. Bukan cinta yang tulus suci tetapi nafsu.

    • Maret 6, 2010 9:46 am

      kita tidak bisa menilai… karena kita hanya manusia biasa… seks pra nikah memang sangat tidak dianjurkan apalagi bila tidak berani mempertanggungjawabkannya…

  22. Maret 6, 2010 6:46 am

    cinta tidak berarti harus berbuat diluar kewajaran, kehamilannya adalah kesalahan, tidak perlu diteruskan dengan yang menghamilinya. bayinya adalah suci

    • Maret 6, 2010 9:49 am

      bayi adalah suci dan bila dipertahankan, menurut saya adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban mereka…

  23. Maret 6, 2010 6:54 am

    CINTA memeng butuh perjuangan,….
    tetap kuat jalani hidup kalian…..
    aq saluuuuuttttttttt

  24. Maret 6, 2010 6:55 am

    hiks….hiks…..hiks…… sedih banget ceritanya serasa di titanic😥

  25. Maret 6, 2010 7:48 am

    sebenarnya aku salut akan keteguhan cinta mereka namun…cinta mereka udah kebablasan..seiring dengan adanya perbedaan keyakinan aku tak setuju bila diteruskan…

  26. Maret 6, 2010 8:39 am

    menurut hukum islam, hub sex sebelum nikah adalah zina (dosa besar) seharusnya mrk di cambuk 100x. jadi kalo mrk dpt kehinaan di dunia (laki2 dipenjara, perempuan hamil tanpa suami) itu mungkin siksaan dari Allah di dunia, diakhirat siksa amat pedih (dibakar di neraka jahanam ) menanti. jadi itu adalah contoh manusia bejat yg dpt kehinaan di dunia, dan dikahirat menanti siksa yg amat pedih

    • Maret 6, 2010 10:36 am

      biarkan Tuhan saja yang menilai mereka karena kita hanyalah manusia…

      • Maret 7, 2010 7:58 pm

        hukum2 Tuhan sudah tertulis jelas di kitab suci, bagi orang islam di Quran
        jadi kalo ada yg menganggap itu sikap yg baikk, berarti orang itu tdk mengenal agama,
        hub sex sebelum nikah adalah zina atau dosa besar
        seandainya mereka menggugurkan kandungan, artinya mereka melakukan dosa besar yg lainnya yaitu pembunuhan
        jadi jangan lantas kita bilang mrk baik, krn mrk tdk melakukan pembunuhan (menggugurkan kandungan) , tetap saja mrk manusia bejat yg berbuat dosa besar zina (sex sebelum nikah) ,

      • Maret 8, 2010 1:43 am

        saya adalah manusia… saya merasa tidak bisa melakukan penilaian… karena bagi saya… nilai adalah kebenaran mutlak di mana itu hanyalah milik-Nya…

  27. Maret 6, 2010 10:27 am

    hamil lagi….arghhhhhhh

  28. Maret 6, 2010 2:03 pm

    wah hampir mirip dengan kisah teman cowoku, udah 4taon pacaran tapi ga direstui sama ortu cowo, soalnya tu cewe emang membawa dampak negatif sama temanku, wajar kan kalo ortu ga restu. tapi mereka dah deeeeket boanget, ga tau jg apa tu cewe pernah hamil apa ga. apa itu emang cinta atau sekedar nafsu dan harus diperjuangkan???

    • Maret 7, 2010 2:06 am

      banyak sekali cerita seperti ini… sengaja saya tuliskan kisah ini… agar kalau sampai hamil… tidak melakukan aborsi… dengan alasan apapun…

  29. Maret 6, 2010 3:47 pm

    kena kasus apa sih suaminya?

  30. osephe H. W. permalink
    Maret 6, 2010 6:48 pm

    kisah itu, permenungan yang dalam soal cinta!
    (sementara, semakin hari semakin banyak orang berupaya mewakili Kata2 Tuhan dengan kata2nya! – soal cinta!)

    aku memilih lebih dulu “telanjang”, baru kemudian memulai memahaminya…

    berharap aku tidak lagi menghakiminya…,

    buat mereka berdua, peliharalah cinta kalian dimanapun dan apapun yang terjadi…,

    • Maret 7, 2010 2:07 am

      wow!!! indah sekali… manusia harus mau berani jujur dan juga telanjang dalam menilai diri tanpa harus menghakimi yang lain… terima kasih ya…

  31. Maret 6, 2010 10:24 pm

    saya menentang pro choice, saya mendukung pro life, emang orang tidak mengerti aborsi itu pembunuhan pada satu pribadi yang juga manusia. pada saat pembuahan terjadi di mana sel sperma bertemu dengan sel telur pada saat itulah bermula sebuah kehidupan. jadi buat kaum muda berani berbuat berani bertanggunjawab. jangan donk otaknya di dengkul, nafsunya di otak!

  32. kizatox permalink
    Maret 7, 2010 1:08 am

    atas nama kebodohan,

  33. Maret 7, 2010 2:37 am

    Aneh yang seperti ini ko patut dijadikan contoh? sama sekali tidak ada sisi positifnya.
    mereka telah dibutakan cinta dan melanggar adat dan norma agama.
    saya yakin semua agama di negeri ini tidak ada yg membenarkan seks diluar nikah, apalagi sampai hamil.

    • Maret 7, 2010 6:26 am

      mereka bisa menjadi contoh yang baik bisa juga menjadi tidak… tetapi bila kita melihatnya dari kaca mata penuh cinta… mereka adalah contoh pasangan yang mau mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dengan tidak melakukan aborsi dan berusaha keras agar bisa menjadi suami, istri, dan juga orang tua dari anak mereka…

  34. Nia only permalink
    Maret 7, 2010 3:45 am

    hmmmm…berat memang….but, semoga demi cinta mereka juga bisa bertahan menahan nafsu hingga akhirnya cinta akan mempersatukan mereka

    • Maret 7, 2010 6:28 am

      sangat berat namun bisa menjadi ringan bila mereka bisa tetap menjaga rasa cinta itu… semoga saja cinta tetap mempersatukan mereka dan semoga saja Tuhan selalu melindungi dan memberikan restu kepada mereka…

  35. Maret 7, 2010 3:53 am

    cinta memang membuat kita buta tp cinta adalah anugerah so jgn dipungkiri

    • Maret 7, 2010 6:29 am

      cinta adalah anugerah yang sungguh luar biasa yang diberikan oleh-Nya… dan jangan sampai pernah kita mau memungkirinya… untuk apa juga dipungkiri?

  36. Maret 7, 2010 6:34 am

    hamil tanpa nikah, anak tanpa ayah, lagi2 alasan, kalo begitu, apakah seorang pemuda yg menggauli nenek, ada alasan cinta? ada pula seorang yg menggauli wedus atau sapi juga karena alasan cinta? ada juga menantu berhubungan sex dengan mertuanya. jangan jadikan cinta sebagai alasan dalam setiap perbuatan yg melanggar adat dan agama, apalagi hubungan diluar nikah, beda agama lagi, namu spt pepatah bilang, brani berbuat brani bertanggung jawab,

  37. manseram permalink
    Maret 7, 2010 7:01 am

    sebenarnya tidak sesimpel itu menilainya…….
    tau dari mana atas nama cinta, ketika orang dah mabuk dikuasai syahwat…
    cinta yang mana yang diperjuangkan….

    kloupun seks pra nikah dan hasilnya hamil…
    itu adalah pembelajaran….
    bahwa hidup bisa dinilai berharga dan sia-sia jiga tidak punya planing, cita-cita dan harapan…
    semuanya terperdaya….dengan kondisi dia berada…

    bukan hidup untuk mampir mimun semata (ngombe)
    tapi minumnya pake apa, dan sebanyak apa, tempatnya di mana
    semuanya harus terukur…dan ada aturannya sehingga tidak se bebas yang dikampanyekan dunia barat tentang ‘freedom’ itu.
    ada tata nilai yg gak bisa dilanggar…
    jika anda langgar akibatnya akan lain….dan menyalahi hukum….
    tapi untuk kembali, masih ada kok jalan …
    bertobatlah dan jangan mengulanginya
    niscaya terampuni….
    http://www.manseram.wordpress.com

  38. Maret 7, 2010 7:36 am

    nice🙂

    ambil sisi positifnya aja..

  39. Maret 7, 2010 8:52 am

    hm… sebaiknya hindari hub intim di. luar nikah:mrgreen:

  40. Maret 7, 2010 11:39 am

    Dari sisi agama, tetap saja contoh yang kurang baik, mengingat awalnya terjadi kesalahan yang dibiarkan berlarut sampai terjadi hubungan layaknya suami istri. Andai sang wanita memiliki iman dan nilai agama yang kuat, tidak mungkin dia mau pacaran dengan pria beda agama. Bukankah msh ada pria lain yang lebih sepadan?

    • Maret 7, 2010 6:03 pm

      bila kita melihat sisi hubungan yang mereka lakukan sehingga menyebabkan kehamilan itu memang bukanlah contoh yang baik… tetapi apakah agama tetap juga melarang bila mereka mempertahankan bayi dan cinta mereka?! biarlah Tuhan yang menilai… Dia Maha Adil… Dia yang terbaik…

  41. Maret 7, 2010 12:50 pm

    Yang di ambil pisitifnya adalah jangan sampai ini kejadian lagi sama kita, saudara kita dan mungkin kita semua. Karena kebahagiaan itu universalal. Jadi bukan hanya bahagia antara kekasih kita, tapi kita juga harus berfikir bagaimana dengan keluarga kita. Intinya, harus memandang jauh sebelum kita menjalin cinta dengan seseorang. Dan ini juga terjadi persis yang di alami teman dekat saya. Dulu mengedepankan cinta dengan berharap kebahagiaan, tapi sekarang dia menyesal (bukan berarti sudah tidak cinta), tapi karena dia telah sadar telah mengkhianati keluarganya yang telah lebih dulu memberikan cinta, sejak lahir.

    • Maret 7, 2010 6:04 pm

      selalu ada sisi positif dari setiap masalah… marilah kita sama-ama mengambil hikmahnya…

  42. Maret 7, 2010 12:53 pm

    Hmm, nice post. Salam kenal🙂

  43. Ian Bood permalink
    Maret 7, 2010 1:50 pm

    benar atau salahnya tindakan mereka itu bisa berbeda jika kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda pula….
    kita tidak berhak untuk menjudge mereka…….

    • Maret 7, 2010 6:05 pm

      setuju… kita hanyalah manusia… biarlah yang di Atas saja yang memberikan nilai…

  44. Maret 7, 2010 10:41 pm

    betul..restu orang tua klo dilangkahi bakalan runyam

    • Maret 8, 2010 1:44 am

      pasti runyam dan rumit namun harus dipertanyakan juga…. bagi saya… jodoh ada di tangan Tuhan…

  45. udinrosa permalink
    Maret 8, 2010 1:36 am

    Cinta yang benar adalah yang kembali ke Agama, kalo cinta yang seperti ini saya tidak salut sama sekali. Semua di dunia ini adalah hasil dari perbuatan, sesuatu yang awalnya buruk amat berat memiliki akhir yang baik. Kenapa kesulitan datang bertubi-tubi, karena perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan. Maka pikirkan semua perbuatan di dunia, karena akan selalu ada balasannya, Allah tidak tidur.

    • Maret 8, 2010 1:46 am

      semua ada pertanggungjawabannya termasuk juga mereka yang memberikan nilai atas apa yang telah dilakukan oleh manusia… karena nilai adalah sebuah kebenaran yang mutlak dan itu adalah milik-Nya…

  46. Maret 8, 2010 5:46 am

    hmmmmmmm….. no comment deh :p

  47. Maret 9, 2010 12:16 pm

    mampir ke sini ych,,,
    http://f123dynaonnya.wordpress.com/

  48. Desember 13, 2011 2:14 am

    judulnya atas nama cinta……
    seolah-olah semua perbuatan di timpakan ke cinta,
    kalau gitu kita ga harus nyalahin seseorang donk
    jika orang tsb misalnya mencuri, merampok, membunuh, zinah dan lainnya
    kalau mereka berbuat demikian atas nama cinta…????
    mencuri demi ngasih makan anak-istri,
    membunuh demi melindungi anak-istri,
    zinah biar ortu NYAHOOO….!!!!

    hexxxxxxxx….. sori kebanykan cinta sich

  49. Januari 8, 2013 6:21 pm

    waduh, ne postingan kurang cocok menurut saya,.okelah mereka bertanggung jawab atas apa yg telah mereka lakukan, tapi hukum tuhan itu sudah sangat jelas, zina itu dosa besar dan nikah beda agama.sudah pasti sangat tidak benar dalam hukum islam, tapi saya berharap bahwa orang2 tersebut tidak beragama islam….jadi sama sekali tidak ada sisi positif nya…bagi orang2 yg berpahaman liberal ya pasti setuju2 aja..itu lah perbedaan mana yg mengerti agama , hukum tuhan dan mana yg tidak..salam

Trackbacks

  1. Atas Nama Cinta, Saya Hamil dan Dia Dipenjara « kreatif_Blog
  2. Ting Posting « Berbuat Terbaik Dan Berbahagia Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: