Skip to content

Waktu Yang Tak Berjudul

Maret 7, 2010

KosongAda apa dengan hari ini? tak pernah terjawab, teka – teki bukan? sudahlah tak perlu dipikirkan, biarkan berjalan apa adanya.

Bait cahaya purnama pernah kuasah dalam warna asap – asap rokok di bukit kapur jalang, gemintang juga masih berdansa. Menggoda bulan yang bermuram durja dengan awan-awan genit yang mencium wajahnya. Angin malam mengamini.

“Penantian yanga lama, bahkan relung jiwa ini bergetar menjadi penegecut yang perlahan menguasai hidup.”

“Bahkan tak berani meraba arti sebuah penantian, terlalu takut dan sangat tidak takut, hanya fatamorgana.”

“kau tau apa yang terhebat hari ini?”

“jawabannya sama tidak pasti.”

“Tapi hari ini menapaki kepastian.”

“masih percaya tentang pasti?”

“kau lihat, dua strip merah.?”

“Apa kau percaya?”

“mungkin?”

Terkadang hambar, seperti jeritan tanpa arti. Tapi suka seperti tada seru penuh makna, ada ruh baru yang akan hadir. Ada jiwa yang kembali lahir. Semoga tidak menajdi labil atau menjadi semu, atau yang diserukan. Ini jiwa abadi setelah kata percaya punah.

Memahami jiwa dengan tidak pasti hambar. Bukit kapur dan aspal hangat menajdi suatu kisah. Jiwa itu itu akan lahir, setelah Tuhan yakin percaya pada hamba yang selalu menanti. Jiwa itu itu sedang tertidur. Hanya laki – laki biasa yang di beri kepercayaan utuk membantu jibril meniupkan ruh dalam penantian. Ada suatu kebanggaan tapi juga ketakutan, karna hari ini Tuhan menguji laki –laki biasa yang terpesona sepi. Aku piker rill dan tanpa sebab, hangat matanya juga senyumnya seperti taman symponi yang membawaku dalam labirin tanpa warna tapi jujur suka.

Tunggulah jiwa itu itu akan melahir, menampar wajahmu yang selalu mencibir, mematahkan mitos para medis yang terperangkap dalam jas putih bersih. Dia sempurna bagai alam yang liar, percaya saat purnama kembali indah dan angin malam kembali bersahabat. Jiwa itu akan menjadi sosok fantastis mengukur agungnya bukit kapur yang diam. Penatian lama dan seorang laki – laki biasa. Waktu yang tak berjudul dan hari  inikau percaya, bahwa waktu adalah doa.

Baca juga 10 Artikel Pilihan Lainnya:

  1. Pidato SBY Membingungkan
  2. Atas Nama Cinta, Saya Hamil dan Dia Dipenjara
  3. Mengintip Malam Pertama Pengantin Turki
  4. Menemukan Tuhan Lewat Seks
  5. Gila! ML Berjamaah buat Cetak Rekor Dunia
  6. Duh! 62,7 % Siswi Sudah tak Perawan?
  7. Gelisah Menanti Saat Bercinta
  8. 28% Pria Indonesia Ketagihan Nonton Film Porno?
  9. Wow! Orgasme Ratusan Kali Sehari?
  10. Mengapa Demo Mahasiswa Makassar Sering Rusuh?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: