Skip to content

Bercinta Tiada Henti

Maret 9, 2010

cintatiada \hentiCINTA memang anugerah. Bukan cuma kala menikmati indahnya bercinta. Cinta menjadi anugerah bahkan sejak cinta bersemanyam di hati. Begitu disadari ada di hati, cinta langsung menganugerahi kerinduan. Dan merindui orang yang kita cintai memang menjadi kebahagian awal yang menjadi tangga bagi mendaki kebahagian lebih lanjut. Kalau sudah begitu ungkapan dalam bentuk puisi sajadah hati untukmu akan lebih mewakili rasa rindu yang ada. Bahkan begitu nikmatnya rindudikarenakan cinta maka rela saja untuk menjemput cinta di ujung pagi.

Apalagi kala disadari bahwa cinta yang ada adalah takdir maka bagai semua menjadi ibarat matahari dan rembulan, siang dan malam, saling berjodoh jiwa. Indahnya cinta dan begitulah adanya cinta.

Dari matahari terbit sampai terbenam. Dari bulan mulai menampakkan cahayanya sampai tetes embun di pagi hari pun mulai kelihatan. Tak henti-hentinya bercinta. Terus saja bercinta. Aduuuuhhhhhh asyiknya!!! Hmmm….

Sepasang kekasih yang rindu selalu menyapa menjadi sepasang kekasih selalu bercinta. Di manapun mereka selalu bercinta. Tidak kenal waktu ataupun tempat. Kapanpun mereka selalu bercinta. Ini semua juga karena keyakinan akan cinta. Semua dibuktikan untuk cinta. Mulai dari mengirim surat untuk perempuan yang dicintainya, menulis puisi cinta agar ia manjadi mantra cinta dan juga manuskrip cinta. Bahkan sebuah maklumat cinta juga disampaikan. Semua untuk keyakinan. Agar semua bisa punya keyakinan. Sungguh di keyakinan itulah indahnya cinta dan bercinta ditemukan. Sepanjang hari, sepanjang waktu, sampai maut memisahkan. Sebuah keyakinan cinta totalitas agar semua rintangan yang ada mampu ditepis oleh cinta itu sendiri.

Kalau sudah begitu siapa juga yang sanggup menahan diri untuk tidak bercinta. Semua sudah jelas. Semua sudah yakin. Dan semua sudah diputuskan untuk menyatu dalam ikrar cinta.

Diawali pagi hari saat mata baru saja terbuka. Sebuah kecupan manis dan kata sayang serta cinta diucapkan. Tidak lupa dengan senyum manis dan sedikit rayuan tentang mimpi indah semalam. Menjadi sarapan pagi yang bisa memberikan energi luar biasa untuk menjadikan hari sangat indah dan penuh dengan keindahan.

“Sayang”

“Cinta.”

“Mmmuuuaaaahhhhhh.”

“Mmmmuuuaaahhhhhh.”

“Mimpi indah apa semalam?”

“Sangat indah cinta.”

“Cerita, dong?”

“Mimpi tentang kita sedang bercinta di udara.”

“Wah!”

“Iya. Indah banget, deh!”

Cerita pun dilanjutkan. Semua detail tentang apa yang ada di dalam mimpi itu diceritakan. Membuat keduanya hanyut dalam mimpi dan khayalan. Bercinta di Udara. Hmmm….Tahu bagaimana kelanjutannya?! Sudah pasti kemudian sama-sama ingin mendesah bersama. Menjadikan semua mimpi dan khayalan itu menjadi kenyataan. Tubuh mereka pun bersatu. Menikmati mimpi, khalayan, dan kenyataan yang menjadi satu. Pagi itu pun menjadi basah mendesah. Aaaaaahhhhhhh!!! Mau!!!

Sejenak setelah menikmati puncak kenikmatan bersama, mereka pun saling berdekapan penuh kehangatan. Tidak lupa kecupan di bibir sebagai ungkapan kebahagiaan atas apa yang telah dinikmati bersama. Tertidur berdua saling berpelukan. Berdua memimpikan segala cinta yang ada di antara mereka berdua. Apalagi sambil mengingat-ingat saat dan waktu itu. Waaahhhh!!!

Saat hendak dan sedang membersihkan diri pun tidak pernah lepas dari sisi. Biarpun hanya sekedar pemberitahuan yang bisa menjadi sebuah ajakan, “Mandi dulu, ya!”. Mandi berdua dan saling menyentuh tubuh masing-masing sambil bermain dengan air dan busa-busa yang beterbaran ke mana-mana sangatlah menyenangkan. Sangat intim dan menggairankan tentunya.

Bila pun kemudian harus terpisah sejenak, selalu saling ingat dan mengingatkan bahwa cinta itu ada dan selalu ada. Tidak pernah ada hilang ataupun lepas dari dalam hati dan benak. Walau hanya sedetik pun. Tidak pernah dan tidak mau. Satu detik terlalu berharga untuk bisa dilupakan. Meskipun hanya bisa berteriak, “Jangan pergi, dong?! Saya selalu ingin bercinta denganmu!!!” dan kemudian ditenangkan lewat kata-kata, “Tidak perlu khawatir, sayang“. Wowww..bahkan reflek salah satu pasangan berteriak “Sayang, cepat dikit, dong”.

Bercinta lewat kata-kata tidak pernah terputus oleh jarak dan waktu sekalipun hanya waktu yang bisa bicara. Tidak akan pernah membosankan bila semua diceritakan apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Saling bertanya dan saling menjawab. Saling mengisi dan saling membantu. Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan bersama. Semuanya bisa dilakukan bersama. Masalah pun diselesaikan bersama. Semuanya menjadi sebuah adegan percintaan yang sangat indah terasa di hati. Menjadikan diri selalu dipenuhi dengan cinta. Dia selalu ada dengan penuh cinta.

Saat sepi lembayung senja dan cinta hanya bisa sebatas mata memandang, tidak bisa dipungkiri bahwa rasa rindu itu datang mendera. Rindu dan rindu melulu itu membangkitkan kegelisahan menanti saat bercinta dengannya. Pertemuan yang dinantikan membawa keduanya ke laut yang basah.

Berdua mereka bercinta di laut yang basah. Basah. Benar-benar basah. Basah lahir batin. Basah juga oleh air mata kebahagian. Mengalir. Benar-benar mengalir segala air ke muara yang dituju. Memancar. Benar-benar memancar termasuk senyum dan rona merah kebahagian di pipi. Dulu rindu hanya kata-kata. Biarpun tidak akan habis kata untuk mengurai cinta yang menggebu-gebu. Saat itu, terasa benar semuanya. Diam. Sentuhan. Desahan. Hanya itu yang bisa melukiskan gairah bercinta dari sebuah pertemuan cinta. Bercinta dengannya di laut dengan penuh cinta. Aaahhhhhh!”

Ssssttt….!!! Ini sungguh luar biasa. Jika di laut saja mereka begitu mesra pasti di rumah lebih dari sekedar biasa. Bayangkan, jika sang kekasih hati sudah mengatur suasana bercinta dengan lingerie pasti semuanya akan menjadi sangat indah kala bercinta itu terjadi. Duh, ada kabar percintaan mereka membuat malaikat pun cemburu. Benar nggak ya?! Duuhhh, jadi penasaran ya? Iya, dong!

Sungguh indah pesona bercinta itu, ya!!! Apalagi bila bercinta dilakukan tiada henti.

Jangan pernah ada kata henti untuk bercinta dengan negara kita tercinta ini. Negara kita sudah sangat kekurangan Vitamin Cinta. Bumi pertiwi sudah memberikan Cinta Tanpa Syaratnya. Kenapa kita harus berhenti bercinta dengannya?! Bercintalah selalu. Selalulah bercinta. Isi negara kita dan kita semua dengan segala rasa cinta yang ada.

Selamat bercinta penuh cinta tanpa henti!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam Cinta,

Risman A. Rachman & Mariska Lubis

Baca juga 10 Artikel Pilihan Lainnya:

  1. Seni, Seks, dan Revolusi?! Kenapa Tidak?!
  2. Atas Nama Cinta, Saya Hamil dan Dia Dipenjara
  3. Mengintip Malam Pertama Pengantin Turki
  4. Menemukan Tuhan Lewat Seks
  5. Biarkan Payudaraku Tetap Basah!
  6. Duh! 62,7 % Siswi Sudah tak Perawan?
  7. Bugil Massal, Seni Pembangkit Syahwat
  8. 28% Pria Indonesia Ketagihan Nonton Film Porno?
  9. Wow! Orgasme Ratusan Kali Sehari?
  10. Seks “Tiga Rettong” ala ABG Palopo
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: