Skip to content

Senja, Tatap Mataku

April 13, 2010

Segelas Jack Daniel sisa para pelacur kelas atas, sehabis pesta habiskan uang lelaki jalang yang sedang berselingkuh dengan rasa takutnya. Cukup dua gelas, hilangkan rasa pening ketika kupu – kupu kehidupan bergoyangs ambil melafalkan rayuan . beberapa menit akan segera berakhir diatas ranjang davinci empuk. Sempurna seperma-sprema akan meyatu dalam kutukan-kutukan brahi dalam melodi. Naluri anjing menemukan tuannya. Begitu juga naluri  yang tak lagi rukun dalam hati.

“hay Jim, bagaimana kalau malam ini berubah jadi anjing.”

“Bagaimana kalau jadi binatang yang lebih buas dari pada anjing.”

“Rupaya kau ingin bercumbu, dengan para wanita yang menelan brahinya walau tak nafsu.”

“lebih dari itu, aku ingin bercumbu dengan senja.”

Anjing bermain tulang-tulang sisa, dan para pelacur bermain dengan kelamin-kelamin keriangan. Menghujma wara nanar dan para nafsu bersteru dengan sprerma-sperma. Binal,liar dan ini sebuah etika bahwa malam adalah sebuah mistis kemaksiatan

Hanya sisa setengah, boleh tambah sebotol. Akanku habiskan dalam remang cahaya dan terbaring tenang dalam hangat air di bak mandi.

-Goresan pena untukmu di dalam senja… kusadari ku butuh kau…..-

One Comment leave one →
  1. April 13, 2010 2:10 pm

    Selamat malam, salut untuk posting anda yang menarik.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: